Depresi selama Pandemi Covid 19, Sang Ayah Gantung Diri karena Usahanya di Jakarta Bangkrut

Jenazah Korban Gantung Diri
Warga menggotong jenazah korban gantung diri di Jamanis Kabupaten Tasik saat hendak dimakamkan, jumat 21 Agustus 2020.(tribunnews.com)

Terkini.id, Tasikmalaya – Dampak pandemi Covid 19 ini membuat seorang ayah satu anak ini mengakhiri hidupnya setelah tiga bulan depresi tidak bekerja nekad memutuskan dengan cara gantung diri di kamar mandi, jumat, 21 Agustus 2020.

Korban ditemukan istrinya dalam kondisi tergantung dengan kain terikat di leher sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban melakukan gantung diri dengan mengikatkan kain samping di kamar mandi rumahnya di Kampung Karanganyar, Desa Karangsembung, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya.

“Kejadiannya pukul 13.00 WIB. Korban ditemukan oleh istrinya yang akan ke kamar mandi,” ujar Kapolsek Jamanis, Polresta Tasikmalaya, AKP H Saeful Bahri kepada wartawan, jumat, 21 Agustus 2020 sore.

Terang dia, korban menggantung di palang bambu kamar mandi. Istri korban menjerit histeris ketika melihat suaminya sehingga mengundang perhatian tetangga.

“Para tetangga termasuk mertua korban dan ketua RT yang mendengar jeritan istri korban berdatangan. Ketika itu terlihat adanya orang meninggal dunia dengan cara gantung diri,” terangnya.

Beber Saeful, adanya kejadian tersebut warga melapor ke Polsek Jamanis, Polresta Tasikmalaya.

Pihaknya langsung melakukan olah TKP bersama unit Identifikasi Polresta Tasikmalaya.

Korban diturunkan dan diperiksa bersama petugas medis Puskesmas Jamanis. Selain itu pihaknya pun meminta keterangan kepada sejumlah saksi-saksi. Adapun keterangan dari saksi-saksi, korban mengalami depresi setelah tidak bekerja selama 3 bulan.

Dimana usahanya di Jakarta mengalami bangkrut karena Pandemi Covid 19. Korban pun beralih kerja sebagai buruh angkut galon masih di Jakarta.

“Namun karena sepi akibat dampak Covid 19, korban pun pulang kampung,” bebernya. Jelas Saeful, korban tadi masih sempat melaksanakan salat Jumat di masjid.

Diduga setelah melaksanakan salat Jumat, korban nekad melakukan aksi gantung diri. Alat yang digunakan korban untuk melakukan aksinya, kain samping yang diikatkan ke palang bambu di kamar mandi. Ketika ditemukan jarak ujung kaki korban dengan lantai sekitar 1 meter.

“Karena kejadian tersebut dianggap murni kecelakaan dan hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, maka pihak keluarga membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan autofsi,” tukasnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Mulai Hari ini, Wali Kota Tasikmalaya Tegaskan Larang ASN Lakukan Perjalanan Dinas ke Jakarta

Guru SMA di Tasikmalaya Terkonfirmasi Positif Covid -19, Sumber Penularan Masih Ditelusuri

Depresi Menderita Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Pemuda di Tasikmalaya Gantung Diri

Pelaku Cabul Anak Bawah Umur di Tasikmalaya Belum Ditangkap, Hasil Visum Belum Keluar

Lagi, Seorang Bidan di Kota Tasikmalaya Harus Masuk Ruang Isolasi karena Positif Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar