Akhirnya Kadinkes Kota Tasik Respon Protes Insentif Tim Pemulasaraan Jenazah, lima Bulan Belum Dibayar

Petugas Pemularasaraan Jenazah
Petugas pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, menggunakan APD yang bertuliskan curhatan mereka, Kamis 20 Agustus 2020 (Dok. Petugas Pemulasaraan Jenazah RSUD dr Soekarjo)

Terkini.id, Tasikmalaya – Akhirnya Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat merespon balik tentang aksi protes tim pemulasaraan jenazah Covid-19 RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya yang belum dibayar selama lima bulan.

Menurut Uus, pembayaran insentif tim instalasi jenazah itu sejatinya bisa dilakukan secara mandiri oleh pihak rumah sakit meski dari Kemenkes tidak cair.

“Sebetulnya kalau sudah berbentuk BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) pihak rumah sakit bisa membayar mandiri insentif mereka meski tak cair dari Pusat (Kemenkes),” ujar Uus kepada wartawan Jumat, 21 Agustus 2020.

“Kasihan sebagai salah satu petugas paling berisiko yang kontak langsung dengan jenazah Covid-19,” ujarnya menambahkan.

Uus menambahkan, selama ini mekanisme pencairan anggaran Covid-19 termasuk dana insentif diajukan melalui dokumen oleh rumah sakit ke Dinas Kesehatan.

Pihaknya juga selama ini hanya memverifikasi dokumen pengajuan pembiayaan itu dan jika dinyatakan layak akan lamgsung diteruskan ke Pemerintah Pusat.

“Insentif itu diusulkan oleh pihak rumah sakit dan dinas bertugas memverifikasi usulan pembiyaan. Teknis selanjutnya lewat verifikasi dinyatakan laik untuk Dinkes dan diteruskan ke pusat. Selanjutnya mekanismenya langsung dibayarkan oleh rumah sakit,” tambahnya.

Jadi, beber Uus, sifatnya terkait insentif yang berwenang menjelaskan permasalahan oleh rumah sakit.

Selama ini memang terdapat satu aturan yang harus dikonfirmasi lagi terkait aturan insentif yang ditujukan untuk pekerja medis dan non medis.

Pihaknya pun mempertanyakan apakah tim pemulasaraan medis bisa masuk ke anggaran non medis atau medis.

“Terlepas itu, jangan lupa juga bahwa pembayaran insentif tim pemulasaraan jenazah bisa dibayarkan langsung secara mandiri oleh RSUD berasal dari anggaran layanan rumah sakit itu sendiri,” bebernya.

Langkah lainnya untuk permasalahan ini, jelas Uus, pihak RSUD bisa segera mengajukan pembiayaan lainnya untuk pemenuhan insentif bagi petugas pemulsaraan jenazah.

Pihaknya pun siap melakukan verifikasi dan segera melanjutkan pengajuan ke pusat. Tapi langkah ini memakan waktu.

Sebetulnya kalau sudah BLUD, ada keleluasaan pos anggaran dari RSUD untuk pembayaran insentif petugas kamar mayat.

“Kalau besarannya, RSUD sendiri yang lebih paham dan akan memberikan jumlah insentif secara layak seusai berjuang menangangi Covid-19 di Tasikmalaya,” ujarnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Mulai Hari ini, Wali Kota Tasikmalaya Tegaskan Larang ASN Lakukan Perjalanan Dinas ke Jakarta

Guru SMA di Tasikmalaya Terkonfirmasi Positif Covid -19, Sumber Penularan Masih Ditelusuri

Depresi Menderita Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Pemuda di Tasikmalaya Gantung Diri

Pelaku Cabul Anak Bawah Umur di Tasikmalaya Belum Ditangkap, Hasil Visum Belum Keluar

Lagi, Seorang Bidan di Kota Tasikmalaya Harus Masuk Ruang Isolasi karena Positif Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar